Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Amanah


Ketika banyak lembaga pendidikan kesulitan menghadapi penetrasi modernisasi dan globalisasi, dan terpaksa menelan mentah-mentah segala nilainya, pesantren justru menjadi lembaga paling siap melakukan dialog secara kritis dengan perkembangan dan segala perubahan. Hingga sekarang, peantren tetap mampu mempertahankan nilai-nilai baik yang mentradisi dan terbuka lebar untuk menjemput nilai-nilai baru yang lebih baik. kian banyak pesantren yang mampu menawarkan pendidikan alternatif dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat.
1. pesantren modern Al-Amanah menawarkan sebuah pendidikan yang terpadu, integral, holistik dan spiritualis
2. Ilmu hakekatnya dari Allah SWT, guru dikelas adalah "perantara", yang bisa kita lakukan adalah menyempurnakan ihtiar. Ilmu akan diberikan kepada mereka yang "pantas" menerima. Maka aktifitas dan ihtiar seperti "selalu memiliki wudlu sebelum belajar dan mengajar, shalat malam, shalat jamaah, shalat dhuha, dzikir dan doa adalah bagian "terpenting" untuk mendapatkan ilmu". Disamping belajar tekun, disiplin, penuh motivasi, bercita-cita dan lain-lain.
3. Kurikulum Departemen Agama atau Pendidikan Nasional dipadu dengan kurikulum yang dikembangkan pesantren, menjadi kurikulum yang saling mengisi, menguatkan dan saling melengkapi.
4. Lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat terintegrasi dan ketiganya dirancang menjadi lingkungan kondusif untuk "pembelajaran". Pesantren tidak hanya "jajaran gedung yang bisu", tetapi sebuah lingkungan yang dirancang walau sangat sederhana yang mampu "bicara" hingga peserta didik atau siapapun ter"stimulasi" untuk belajar.
5. Ilmu yang terbagi dalam banyak "tema" hanya untuk memudahkan "belajar". Pesantren memberi ruang peserta didik untuk berfikir "holistik", beragam ilmu harus menyatu dan memberikan kemampuan pesertadidik untuk selalu belajar dan merespon relitas sosialnya dengan jawaban terbaik.
Dengan konsep ini terbukti kami mampu mengantarkan santri menjadi pribadi yang siap belajar, diberbagai perguruan tinggi dan juga di tengah masyarakat. Mereka tau apa yang harus dilakukannya, sadar kepadasiapa harus bertanggung jawab.