{"id":7977,"date":"2025-05-24T01:13:27","date_gmt":"2025-05-24T01:13:27","guid":{"rendered":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/?post_type=blog&#038;p=7977"},"modified":"2025-05-23T02:13:28","modified_gmt":"2025-05-23T02:13:28","slug":"keajaiban-sedekah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/blog\/keajaiban-sedekah\/","title":{"rendered":"KEAJAIBAN SEDEKAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: KH. Nurcholis Misbah<\/p>\n\n\n\n<p>Betapa takjub malaikat ketika Allah SWT menciptakan langit dan bumi. \u201cApakah ada ciptaan-Mu yang lain yang lebih hebat?\u201d tanya malaikat. \u201cAda,\u201d jawab Tuhan. \u201cApa itu?\u201d tanya malaikat. \u201cBesi,\u201d jawab Tuhan. \u201cLantas apa lagi?\u201d tanya malaikat lagi. \u2018\u201cApi.\u201d \u201cLantas apa lagi?\u201d \u201cAir.\u201d \u201cLantas apa lagi?\u201d&nbsp; \u201cLantas apa lagi?\u201d \u201cAngin.\u201d \u201cMasih ada lagikah?\u201d tanya malaikat. \u201cOrang yang bersedekah, merahasiakan, hingga tangan kirinya tidak mengetahui yang diberikan tangan kanannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Ada tujuh orang yang akan menjadi wali-Nya dan dilindungi saat tanpa perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Satu di antaranya adalah orang yang bersedekah dan merahasiakannya. Ikhlas adalah satu dari rahasia Tuhan, dititipkan di hati orang yang dicintai-Nya. Bahkan, para malaikat tak bisa mencatatnya. Maka, \u2018puasa\u2019 dikatakan hanya untuk-Nya dan hanya Dia yang akan membalas keikhlasan orang-orang yang berpuasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Al-Qur\u2019an, orang yang membelanjakan hartanya (sedekah, infaq, zakat) dengan ketulusan, akan berbalas berlipat ganda. Al-Qur\u2019an menggambar sebutir biji yang ditebar, kemudian tumbuh tanaman dengan tujuh ranting, masing-masing berbuah 100. Apa yang kita belanjakan untuk kebaikan <em>\u2018\u2019Lillahi ta\u2019ala\u2019\u2019<\/em> akan berbalas, sesuai dengan apa yang kita lakukan, berlipat dua, berlipat&nbsp; sepuluh, berlipat seratus, atau berlipat tujuh ratus hingga kelipatan tidak terhitung, tergantung keikhlasan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Hadits tentang niat, para ulama menyebut sepertiga agama. Karena sebagian besar syariat menjelaskan suatu perbuatan akan bernilai atau sia-sia, tergantung niat. Banyak amal yang terlihat besar, ternyata kecil karena buruknya niat. Sebaliknya banyak perbuatan kecil, kemudian Allah menjadi rida juga&nbsp; disebabkan niat.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang berwasiat kepada keluarganya, \u201cKalau aku mati jangan dikubur. &nbsp; &nbsp; &nbsp; Bakar saja dan tebarkan abu tubuhku di lautan.\u201d Wasiat itu dilaksanakan oleh keluarganya. Di hadirat Allah SWT dikumpulkan lagi organ tubuh yang tertiup angin, lalu dihidupkan kembali. Kemudian ditanya, \u201cApa alasan kamu melakukan itu?\u201d \u2018\u2019Aku takut kepada-Mu,\u201d jawabnya. Jawaban itu menyebabkan turunnya ampunan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan dalam satu hadits, \u201cOrang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, juga dekat dengan surga. Orang yang bakhil, jauh dari Allah, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi sebagian orang, memberi adalah sesuatu yang berat. Dia hanya mengingat jerih payah mendapatkannya, merintis dari titik terbawah, mengumpulkan sedikit demi sedikit, hingga ia menjadi kaya raya. Ia merasa ini harus dijaga, dipastikan terus bertambah, terus berlipat. Ia tak&nbsp; mengenal memberi, selalu menghindar dari kata berkurang. Dia hanya tahu mendapat, menerima, bertambah, dan berlipat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia lupa, bahwa keberhasilannya tak lepas dari pertolongan-Nya, tak lepas dari anugerah-Nya. Ia diberi kesehatan, kesempatan, kecerdasan, teman-teman yang baik, peluang-peluang, dan ide-ide, semuanya karena pemberian-Nya. Keberhasilan, kesuksesan, kegembiraan yang tidak disertai kemauan berbagi, tidak diikuti dengan memberi, berlandas kesadaran, \u2018besarnya anugerah Tuhan\u2019, akan menjauhkan dari cahaya Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia akan berpaling dari fitrahnya, mengimani Allah SWT sebagai Tuhanya. Dia justru mencari Tuhan lain, yang memanjakan nafsu syahwatnya, dan ia menemukan dalam \u2018kesenangan\u2019. Itulah awal munculnya cara pandang hedonisme, mereka para pemuja kesenangan. Kendatipun kesenangan itu tak benar-benar mereka dapatkan, tetap saja mereka \u2018memujanya\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Merebaknya cara pandang hedonisme yang dikapitalisasi dengan munculnya berbagai fasilitas; hotel, tempat wisata, dan segala jenis fasilitasnya, narkoba, dan aneka kuliner. Akibatnya, pemuja kesenangan menjadi merasa wajar, biasa, bukan persoalan. Paham hedonisme dengan suka rela kita terima, bersanding dengan agama-agama lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1440\" src=\"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desain-tanpa-judul-10-scaled.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7979\" srcset=\"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desain-tanpa-judul-10-scaled.png 2560w, https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desain-tanpa-judul-10-300x169.png 300w, https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desain-tanpa-judul-10-768x432.png 768w, https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desain-tanpa-judul-10-1536x864.png 1536w, https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desain-tanpa-judul-10-2048x1152.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kalau kita temukan, orang membakar dupa di bawah pohon besar, kita akan berteriak syirik, <em>bid\u2019ah<\/em>. Bahkan, sesama muslim sedikit berbeda dalam amal-amal <em>furu\u2019<\/em>(cabang), sudah menimbulkan kegaduhan, sering malah saling mengkafirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Tapi orang berbondong-bondong ke tempat-tempat yang menyenangkan, semisal konser musik, aneka pagelaran, dan pameran. Pada saat yang sama, musala dan masjid menjadi sepi, tempat ibadah menjadi bangunan yang senyap. Tragisnya, justru merasa biasa dan tak muncul \u2018alarm bahaya\u2019 di hati kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita jaga anugerah harta benda yang Allah amanahkan, dengan cara mensyukurinya, memanfaatkan sesuai pemberi amanah, untuk hal-hal yang pasti baik, untuk keluarga, untuk orang-orang yang memerlukan, untuk perjuangan menjaga dan menegakkan agama Allah.&nbsp; Dengan begitu, \u2018harta benda\u2019 akan menjadi jalan lapang, jalan cepat untuk menggapai cahaya-Nya,&nbsp; dan memperoleh rida-Nya. Semoga.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7978,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[61],"class_list":["post-7977","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-motivasi-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/7977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/al-amanahjunwangi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=7977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}