Tim redaksi majalah kali ini berkesempatan mewawancarai M. Ruslin Gunawan, alumni Pondok Pesantren Modern Al-Amanah angkatan gradatif yang saat ini tengah melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar.
Akhi Ruslin mulai menimba ilmu di Al-Azhar Kairo sejak tahun 2021. Beliau berhasil menyelesaikan program S1 Syariah Islamiyah pada tahun 2024 dan kini sedang menempuh pendidikan S2 di Kuliyyah Al-Ulum Al-Islamiyah Al-Azhar. Kehidupan beliau di Kairo berjalan penuh aktivitas, tetapi tetap teratur dan produktif. Pada tahun pertama kuliah di negeri seribu menara tersebut, selain aktif mengikuti perkuliahan, beliau juga rutin menghadiri halaqah bersama Syaikh Dr. Yusri Rusydi serta melakukan murojaah bersama mahasiswa Indonesia lainnya.

Lingkungan Al-Azhar yang multinasional memberikan pengalaman berharga bagi Akhi Ruslin. Beliau belajar bersama mahasiswa dari lebih dari 100 negara dengan latar belakang budaya yang beragam. Menurutnya, kehidupan di Mesir tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga melatih kesabaran dan kemampuan menghargai perbedaan, baik dari sisi sosial, budaya, bahasa, hingga kondisi musim yang sangat berbeda dengan Indonesia.
Selama menempuh pendidikan di Mesir, salah satu keputusan terbaik yang beliau ambil adalah mengikuti forum kajian NU Mesir di Rumah Syariah pada tahun kedua studinya. Di tempat tersebut, beliau mendalami berbagai ilmu alat, seperti nahwu, sharaf, mantiq, fikih, ushul fikih, dan disiplin ilmu lainnya. Ketekunan dan kesungguhannya dalam belajar membuat beliau berhasil meraih prestasi unggul di antara para mahasiswa lainnya. Berkat kedalaman ilmu dan kepiawaiannya dalam mengajar, beliau kemudian dipercaya menjadi salah satu pengajar terbaik di Rumah Syariah.

Kesibukan Akhi Ruslin pun semakin bertambah karena harus membagi waktu antara kuliah dan mengajar di berbagai forum kajian serta rumah binaan. Para mahasiswa yang mengikuti kajiannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. Bahkan, beliau juga dipercaya oleh perhimpunan mahasiswa Brunei Darussalam untuk mengajar mahasiswa mereka.
Selain mengajar di Rumah Syariah, beliau juga aktif mengajar kitab Alfiyah di SBK (Skill Baca Kitab), mengajar ilmu mantiq di Ghurfah Azhari, serta mengajar kitab Tuhfatul Ikhwan di GAMA JATIM dan berbagai rumah binaan lainnya. Dedikasi serta keluasan ilmunya menjadikan beliau dipercaya sebagai salah satu pembina di Rumah Syariah.
Dalam wawancaranya, Akhi Ruslin berpesan kepada para santri agar bersungguh-sungguh dalam belajar, khususnya dalam mempelajari bahasa Arab. Menurut beliau, penguasaan bahasa Arab merupakan pondasi utama untuk memahami berbagai ilmu keislaman. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga niat agar seorang penuntut ilmu tetap istiqamah, baik ketika berada di pesantren maupun saat merantau jauh dari tanah air.
Beliau juga memberikan pesan khusus bagi para santri yang bercita-cita melanjutkan studi ke Mesir. “Kairo itu, jika kamu tidak mampu menaklukkannya, maka kamu akan ditaklukkannya,” ujarnya. Oleh sebab itu, beliau menekankan pentingnya menata niat sejak awal, memperkuat bahasa Arab, serta menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebelum berangkat ke Mesir.
Ke depan, Akhi Ruslin berharap dapat kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh demi mengabdi kepada umat, khususnya dalam menghidupkan kembali kutub at-turats. Menutup wawancara, beliau menyampaikan pesan penuh makna, “Di Mesir, kita diajarkan untuk selalu mandiri dan menjunjung tinggi komitmen.”