Info Terbaru
Thursday, 29 Sep 2022
  • Vlog Ramadhan Pengasuh Tersedia Pada Kanal Youtube Santri Kita
26 February 2022

Peringati Isra’ Mi’raj, Pesantren Al Amanah Menggelar Pengajian Akbar

Saturday, 26 February 2022 Kategori : Kegiatan Santri

Sabtu, 26 Februari 2022 tepatnya tanggal 25 Rajab 1443 H, Pesantren Modern Al Amanah menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad. Berkenan hadir sebagai pembicara pada kesempatan tersebut adalah KH. Ibnu Hajar Al Makky.

Pengajian yang diikuti lebih dari 1.500 santri tersebut  berjalan lancar dan berkesan. Di depan ribuan santri, KH. Ibnu Hajar Al Makky menjelaskan dengan gamblang tentang sejarah Isra’ Mi’raj. Beliau menuturkan tentang sebab terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj. Ya, peristiwa agung tersebut terjadi tepat setelah kepergian dua orang yang sangat berpengaruh di sisi Nabi.  Istri tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan segala yang dimiliki untuk kepentingan dakwah telah meninggalkan Rasulullah. Sepeninggal sayyidah Khadijah, Nabi kembali diuji oleh Allah. Paman yang sangat menyayangi Nabi Muhammad, juga telah meninggalkan beliau. Abu Thalib memang paman Nabi, tetapi peran beliau jauh melebihi peran sang ayah. Setelah kehilangan dua orang yang dicintai tersebut, Nabi berniat pergi ke Thaif, ke tempat kerabat ibu beliau. Namun, sesampai di Thaif, Nabi justru mendapat perlakuan yang sangat buruk.

Kesedihan demi kesedihan menimpa diri Rasulullah. Hingga akhirnya, Allah meng isra’ kan Nabi Muhammad. Dibersihkan hatinya Nabi Muhammad dengan air zam zam. Didatangkan kendaraan bernama Buroq. Diceritakan bahwa Buroq ini memiliki sayap, sekali melompat, jaraknya adalah sejauh mata memandang. Kendaraan Buroq ini digunakan Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Setelah itu, Nabi naik ke Sidratul Muntaha menggunakan tangga yang terbuat dari cahaya. Ketika Nabi melakukan “perjalanan” tersebut, jin ifrid mengejar beliau dan hendak membakar Nabi. Namun, Nabi Muhammad tak hentinya membaca dzikir kepada Allah yang akhirnya menyebabkan jin ifrid jatuh terperosok. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa dzikir sangat penting untuk kita amalkan.

Beliau melanjutkan penjelasan bahwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang harus diimani, bukan untuk dikiaskan/dilogikakan. Di dalam peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut, Nabi menaiki kendaraan yang sangat cepat namun beliau diperlihatkan dengan berbagai macam kejadian. Apabila dilogikakan, maka akal ini tidak akan mampu menjangkau. Oleh karenanya, peristiwa Isra’ Mi’raj ini konteksnya adalah tentang keimanan. Dalam peristiwa agung tersebut, Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk melaksanakan shalat 5 waktu.

Sebagai penutup kegiatan Pengajian Akbar tersebut, para santri bersama melantunkan shalawat Nabi. Semoga dengan peringatan Isra’ Mi’raj ini, kualitas keimanan kita semakin bertambah baik.

No Comments

Tinggalkan Komentar